Penyakit Tuberculosis (TBC) : Pengertian, Gejala, Penyebab, Obat Alami, dan Pencegahannya

penyakit tbc

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit berbahaya ke-3 yang menyebabkan kematian di dunia
Setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan, dan merupakan nomor satu dari golongan penyakit infeksi.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016, Indonesia menempati urutan kedua sebagai Negara dengan beban penyakit Tuberculosis (TBC)  di dunia setelah India.

A.  Pengertian Tuberculosis (TBC)
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh mycobacterium, yang berkembang biak di dalam bagian tubuh dimana terdapat banyak aliran darah dan oksigen.
Infeksi bakteri ini biasanya menyebar melewati pembuluh darah dan kelenjar getah bening, tetapi secara utama menyerang paru-paru.
Bakteri Tuberculosis (TBC) membunuh jaringan dari organ yang terinfeksi dan membuatnya sebagai kondisi yang mengancam nyawa jika tidak dilakukan terapi.
Berikut ini adalah dua tipe atau tingkatan dari Tuberculosis (TBC)  :
1)   Tuberculosis (TBC)  Laten
Merupakan bentuk non-aktif penyakit ini karena sistem kekebalan tubuh dapat melawan bakteri Tuberculosis (TBC).
Orang dengan TB Laten tidak akan mengalami keluhan selama penyakit tersebut tidak menjadi aktif. Tuberculosis (TBC)  Laten ini tidak menular.
2)   Tuberculosis (TBC)  Aktif 
Tuberculosis (TBC)  Aktif terjadi ketika bakteri mulai memenangkan perlawanan terhadap sistem pertahanan tubuh dan mulai menyebabkan gejala.
Saat bakteri menginfeksi paru-paru, Tuberculosis (TBC)  aktif dapat menyebar dengan mudah ke orang lain.

Tuberculosis (TBC)  juga dapat digolongkan berdasar letak lokasi infeksi :
1)   Tuberculosis (TBC)  Paru 
Ini merupakan saat dimana bakteri ditemukan di paru-paru.
Hal ini berarti bahwa terdapat bahaya untuk menularkan penyakit kepada orang lain setiap orang yang terinfeksi tersebut menghembuskan napas, batuk, dan tertawa.
2)   Tuberculosis (TBC) Ekstra Paru 
Jika bakteri tumbuh hanya di bagian lain dari tubuh dan bukan di paru-paru, maka penyakit ini tidak akan menyebar semudah pada kasus paru-paru.

B.  Gejala Tuberculosis (TBC)
Walau termasuk salah satu penyakit mematikan, Tuberculosis (TBC)  bisa diobati asal gejalanya telah terdeteksi sejak awal.
Adapun gejala awal Tuberculosis (TBC) seperti berikut ini :
1)   Batuk yang Berlangsung Lama
Seringkali batuk dapat reda setelah meminum obat batuk atau antibiotik yang diberikan oleh dokter.
Tapi jika batuk terus membandel hingga lebih dari dua minggu, bisa jadi merupakan gejala Tuberculosis (TBC).
Segera periksakan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2)   Nyeri pada Dada
Ada banyak penyebab terjadinya sesak napas akibat penyakit di paru, dan Tuberculosis (TBC)  menjadi salah satu alasannya.
Waspadai jika merasakan sakit yang menusuk di dada saat menghirup dan menghembuskan nafas.
Biasanya, hal ini akan berlanjut menjadi sesak nafas dan batuk-batuk saat berusaha untuk bernafas.

3)   Batuk yang Disertai Darah
Batuk karena alasan lain mungkin tidak akan disertai oleh darah.
Walau terlihat hanya beberapa tetes darah saat mengeluarkan dahak, segera temui dokter sebelum gejalanya bertambah parah.

4)   Diikuti dengan Demam
Demam merupakan tanda terjadinya infeksi dalam tubuh.
Wajib waspada jika batuk dan sesak napas yang dialami juga diikuti dengan demam.
Apalagi jika kenaikan suhu tubuh tersebut tetap stabil, walau sudah mengkonsumsi obat penurun panas.
Bisa jadi, tubuh sudah terjangkit Tuberculosis (TBC). Sebab, demam pada Tuberculosis (TBC)  biasanya naik turun dan berlangsung cukup lama, tanpa penyebab yang jelas.

5)   Turun Berat Badan Secara Mendadak
Penyakit Tuberculosis (TBC)  biasanya kerap menyebabkan nafsu makan menurun.
Hal itu mengakibatgkan berat badan lantas juga ikut turun.
Namun, yang perlu dicatat, penurunan berat badan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat.

6)   Berkeringat di Malam Hari
Tuberculosis (TBC)  dapat menyebabkan penderitanya sulit beristirahat di malam hari karena batuk yang berlangsung terus-menerus dan demam.
Di saat yang bersamaan, tubuh biasanya mengeluarkan keringat yang cukup banyak padahal sedang tidak beraktivitas berat.
Jika mengalami kondisi ini, segera temui dokter.

Jika merasakan gejala-gejala seperti yang tercantum di atas, jangan buang waktu untuk menemui dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat.

C.  Penyebab Tuberculosis (TBC)
Penyakit Tuberculosis (TBC)  disebabkan oleh  bakteri Mycobacterium Tuberculosis
Mycobacterium Tuberculosis adalah sejenis bakteri berbentuk batang, berukuran panjang 1-4 mm dengan tebal 0,3-0,6 mm.
Sebagian besar komponen Mycobacterium Tuberculosis adalah berupa lemak/lipid
Sehingga bakteri mampu tahan terhadap asam serta tahan terhadap zat kimia dan faktor fisik.
Mikroorganisme ini adalah bersifat aerob yakni menyukai daerah yang banyak oksigen.
Oleh karena itu Mycobacterium Tuberculosis senang tinggal di daerah paru-paru yang kandungan oksigennya tinggi.
Daerah tersebut menjadi tempat yang kondusif untuk penyakit tuberkulosis.
Bakteri ini mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA)
Bakteri ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab.
Dalam jaringan tubuh bakteri ini dapat melakukan dorman, tertidur lama selama beberapa tahun.
Mycobacterium tuberculosis pertama kali dideskripsikan pada tanggal 24 Maret 1882 oleh Robert Koch.
Maka untuk mengenang jasa beliau, bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. 
Oleh karena itu penyakit Tuberculosis (TBC) pada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).

D.  Obat Alami Tuberculosis (TBC)
Untuk mengobati Tuberculosis (TBC) secara alami, Anda bisa menggunakan bahan-bahan berikut ini :
Bawang Putih
Cara mengolahnya :
a)   Makan bawang putih dengan makan langsung atau di campur dengan makanan.
b)  Jika tidak tahan dengan pedasnya bisa dipotong kecil-kecil dan taburkan ke atas nasi

Biji Pronojiwo
Cara mengolahnya :
a)   Seduh ¾ sdt bubuk biji pronojiwo bersama ½ cangkir air panas.
b)   Tambahkan 1 sdm madu murni, minum selagi hangat di pagi, siang, dan malam hari.

Bunga Tembelekan
Cara mengolahnya :
a)   Rebus 6-10 gram bunga tembelekan bersama 3 gelas air.
b)   Biarkan mendidih dan airnya tersisa setengah bagian dari semula.
c)   Setelah airnya menjadi dingin, saring dan minum untuk 3 kali dalam sehari.

Daun Legundi
Cara mengolahnya :
a)   Rebus 3/5 genggam daun legundi, bersama 3 gelas air.
b)   Tunggu hingga airnya tersisa ¾ gelas saja.
c)   Tambahkan madu murni, kemudian minum ramuan ini setelah disaring dan air menjadi dingin.
d)   Minum 3 kali dalam sehari.

Daun Pegagan
Cara mengolahnya :
a)   Rebus daun pegagan dan kemudian airnya di saring.
b)   Minumlah air tersebut sebanyak 3 kali dalam sehari masing-masing satu gelas.

Daun Sirsak
Cara mengolahnya :
a)   7 lembar daun sirsak di rebus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas saja.
b)   Minum ramuan ini setiap hari sebanyak 3 x dalam satu hari.

Getah Bambu Tali
Cara mengolahnya :
a)   Pilih bambu tali yang umurnya tidak terlalu tua maupun muda.
b)   Potong pucuk bambu tersebut, kemudian bungkus dengan plastik.
c)   Lakukan cara ini saat sore hari.
d)   Selanjutnya, ambil getah bambu saat matahari bersinar di pagi hari.
Minum 3 gelas airnya setiap hari

Kembang Sepatu
Cara mengolahnya :
a)   Cuci 3 kuntum bunga sepatu, kemudian tumbuk hingga lembut.
b)   Tambahkan ½ cangkir air masak, kemudian peras dan saring.
c)   Campur airnya dengan 1 sdm madu murni, minum  3 kali sehari.

Nenas
Cara mengolahnya :
Bisa dengan dikonsumsi secara langsung, namun jika ingin lebih bermanfaat maka bisa merebusnya lalu diminum airnya.

Umbi Bambu Tali
Cara mengolahnya :
a)   Rebus 6-12 gram umbi bambu tali yang sudah kering, bersama 1,5 gelas air.
b)   Minum ketika airnya masih hangat
c)   Ulangi pengobatan di pagi dan sore hari.

E.  Pencegahan Tuberculosis (TBC)
Berikut langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Tuberculosis (TBC) :
1)   Berpikir Positif
Memiliki pikiran yang sehat dan positif, membuat seseorang tidak terserang penyakit, termasuk penyakit Tuberculosis (TBC).
Dengan adanya sugesti memiliki badan yang sehat, maka seseorang akan memiliki badan yang sehat. Itulah kunci utamanya. 

2)   Makanan yang Baik dan Benar
Perlu memperhatikan makanan apa yang dimakan.
Karena pada hakekatnya makanan itu termasuk sejenis obat untuk tubuh yang dapat mencegah adanya penyakit dalam tubuh.
Selain itu memberikan imun yang membuat tubuh kebal akan berbagai penyakit, termasuk penyakit Tuberculosis (TBC).
Usahakan makanlah makanan yang baik dan benar dengan gizi dan nutrisi yang cukup.

3)   Rutin Olahraga
Dengan rutin berolahraga, maka akan mendapatkan badan yang sehat dan
bugar.
Dengan begitu, ketika tubuh sehat, maka memiliki antibody yang cukup dalam mencegah masuknya penyakit yang akan menyerang nantinya. Selain itu, dengan berolahraga secara teratur, maka dapat memperlancarkan aliran darah dalam tubuh.
Dengan aliran darah yang lancar dalam tubuh, maka dapat mencegah terjadinya penyakit dalam tubuh.

4)   Sinar Matahari
Penyakit Tuberculosis (TBC) ini sangat takut sekali dengan oksigen alias udara yang bersih.
Oleh karena itu harus rajin-rajin bangun pagi dan menikmati sinar matahari yang hangat.
Apalagi sinar matahari di pagi hari sangatlah penting untuk tubuh dan tulang.

5)   Menjaga Organ Pembuangan
Organ pembuangan dalam tubuh seperti paru-paru, hati, ginjal, kulit, getah bening, dan yang lainnya dapat membuang racun dalam tubuh.
Sehingga, seseorang bisa bebas dari segala macam penyakit yang ada di dalam tubuh.
Oleh karena itu dengan menjaga fungsi detoksifikasi dalam tubuh dengan cara  menghindari makanan atau minuman yang  mengandung alkohol dan lain sebagainya agar tidak merusak beberapa organ pembuangan.

6)   Menghindari Kontak Langsung
Ada baiknya,menghindari kontak langsung dengan orang yang terkena Tuberculosis (TBC)  aktif.
Karena penyakit Tuberculosis (TBC)  dapat menular dengan cepat melalui udara.
Namun, perlu diingat, bahwa menghindari kontak langsung dengan orang tersebut bukan berarti menghindari orangnya.
Tetap bisa mencegah kontak langsung dengan cara menggunakan masker.

7)   Menjaga Pola Hidup
Menjaga pola hidup yang baik ini sangat berfungsi aktif dalam mencegah Tuberculosis (TBC)  secara alami.
Menjaga lingkungan tempat tinggal termasuk rumah agar selalu bersih dan rapi.
Selain itu, mengatur pola hidup dengan cara tidur yang yang teratur dan cukup serta menghindari merokok.

8)   Vaksin BCG
Vaksin BCG ini sangat membantu sekali pada tubuh dalam mempertahankan dari penyakit Tuberculosis (TBC) .
Hal ini terbukti sudah banyak orang yang melakukan vaksin BCG agar mereka tidak terkena penyakit Tuberculosis (TBC)  yang berat atau bahkan tertular dari orang lain melalui udara.  

Jika di atas pencegahan agar diri tidak terserang penyakit Tuberculosis (TBC) .
Maka berikut ini pencegahan yang dilakukan penderita Tuberculosis (TBC) agar tidak menularkan kepada orang lain. 
Cara yang bisa dilakukan penderita untuk mencegah penularan Tuberculosis (TBC) pada orang di sekitar, antara lain :
1)   Tutup mulut saat batuk dan bersin
Tuberculosis (TBC)   menular lewat dahak dan air liur yang keluar dari mulut.
Maka, pengidap Tuberculosis (TBC)  harus menutup mulutnya saat bersin atau batuk.
Namun, jangan tutup mulut dengan menangkup kedua tangan.
Kuman bisa berpindah ke tangan Anda dan kemudian berpindah lagi ke orang lain saat Anda berjabat tangan atau memegang mereka.
Sebaiknya gunakan tisu (jangan lupa untuk segera buang di tempat sampah, jangan dibuang sembarangan) atau sapu tangan pribadi untuk menutup mulut.
Jika tidak ada, tutup mulut dengan memalingkan wajah ke sisi lengan dalam atau siku dalam Anda.
Kenakan masker saat berada di tempat umum untuk mencegah penularan Tuberculosis (TBC)   pada orang yang sehat.

2)   Jangan meludah atau buang dahak sembarangan
Sama halnya dengan batuk atau bersin di tempat umum, buang dahak dan meludah pun tidak boleh sembarangan di tempat umum.
Bakteri yang ada di dalam ludah Anda bisa berterbangan di udara dan kemudian terhirup oleh orang-orang sekitar.
Jika ingin membuang dahak atau meludah, lakukanlah di kamar mandi. Siram ludah Anda sampai terbilas bersih.
Apabila situasi dan kondisi tidak memungkinkan Anda untuk pergi ke kamar mandi terdekat, meludahlah di selokan atau kali yang airnya mengalir.

3)   Hindari kontak langsung dengan anak-anak
Sebisa mungkin, hindari berdekatan atau kontak langsung dengan bayi, balita, atau anak-anak, karena sistem imun mereka masih belum kuat dan cenderung lemah.

4)   Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan
Kuman penyebab Tuberculosis (TBC)  umumnya dapat bertahan hidup di udara bebas selama satu sampai dua jam
Tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan ventilasi. 
Pada kondisi gelap, lembap, dan dingin, kuman Tuberculosis (TBC)   dapat bertahan berhari-hari — bahkan sampai berbulan-bulan.
Namun, bakteri Tuberculosis (TBC)  bisa langsung mati jika terpapar oleh sinar matahari langsung.
Maka, bukalah jendela dan tirai Anda ketika cuaca cerah.
Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan untuk membunuh kuman-kuman Tuberculosis (TBC)  yang mungkin bersemayam dalam rumah Anda.
Ketika Anda membuka jendela, sirkulasi udara pun dapat membantu mendorong kuman-kuman keluar rumah sehingga mereka mati ketika terpapar sinar ultraviolet dari sinar matahari.



No comments:

Post a Comment