Penyakit Sinusitis : Gejala, Penyebab, Obat Alami dan Pencegahannya

sinusitis

Sinus adalah rongga berisi udara yang dapat ditemukan di berbagai bagian tengkorak:
1)   frontal (bagian bawah dahi)
2)   maxillary (tulang pipi)
3)   sphenoid (bagian belakang rongga hidung)
4)   ethmoid (di antara jembatan hidung dan mata).
Keempat bagian tengkorak tersebut dikenal sebagai sinus paranasal.
Sinus berperan dalam meningkatkan kualitas suara.
Namun fungsi utamanya adalah untuk menghasilkan mukus (cairan lengket dan tebal) di hidung untuk menghentikan alergen, kuman, dan zat lain
Yang dapat menyebabkan infeksi dan membahayakan kesehatan seseorang.
Dengan bantuan dari silia (bentuknya sangat kecil seperti rambut) mucus
Zat yang tertangkap oleh mukus akan didorong ke tenggorokan, melewati perut, sampai akhirnya hilang dengan sendirinya.
Proses ini sangatlah tidak kentara sehingga seseorang bisa saja tidak merasakannya.

A.  Pengertian Penyakit Sinusitis
Sinusitisadalah peradangan (inflamasi) pada dinding sinus.
Sinusitis termasuk penyakit umum yang bisa menjangkiti orang-orang pada segala umur. 
Sinusitis salah satu penyakit yang paling umum di Amerika Serikat.
Lebih dari 15 juta kunjungan ke dokter umum disebabkan oleh sinusitis dan menghabiskan biaya sekitar 140 juta dolar hanya untuk pengobatan.
Sinusitis mempunyai beberapa jenis berdasarkan durasi (lamanya perjalanan penyakit), antara lain:
1.   Akut
Sinusitis akut terjadi secara tiba-tiba, namun juga tidak bertahan lama.
Bahkan, peradangan sinus biasanya hilang dengan sendirinya
Atau dapat disembuhkan dengan obat biasa seperti antibiotik.
2.   Sub-akut
Sinusitis dianggap sub-akut apabila terjadi selama lebih dari 3 minggu namun kurang dari 12 minggu.
3.   Kronis
Ketika seseorang mengalami sinusitis sampai 3 bulan, berarti sinusitis bersifat kronis.
Walaupun sinusitis bertahan selama waktu yang cukup lama namun biasanya tidak bersifat parah.
Bila sinusitis kronis tidak ditangani dengan baik, maka akan terjadi komplikasi, diantaranya:
a.   Jika infeksi menyebar ke dinding otak, bisa menyebabkan meningitis.
b.   Kerusakan indera penciuman sebagian atau seluruhnya.
c.   Masalah dalam penglihatan. Penglihatan berkurang atau bahkan buta.
d.   Memicu munculnya infeksi kulit atau tulang
4.   Menular
Sinusitis biasanya tidak menular, walaupun disebabkan oleh bakteri.
Namun, apabila sinusitis terjadi akibat virus, seperti virus pilek atau flu
Sinusitis menjadi gampang menular dan biasanya ditularkan melalui sentuhan tangan.


B.  Gejala Penyakit Sinusitis
Gejala sinusitis, diantaranya :
1.   Gejala seperti flu yang bertahan lebih dari seminggu
Biasanya, infeksi sinus dimulai dengan gejala flu yang klasik
Seperti hidung tersumbat, demam, gatal di tenggorokan, merasa lelah dan sakit otot.
Umumnya, gejala flu akan membaik setelah tiga sampai lima hari, atau paling lama tujuh hari.
Jika tidak, atau gejala semakin parah, kemungkinan itu adalah infeksi bakteri.
2.   Warna ingus atau lendir berubah
Gejala sinus akan semakin nyata ketika infeksi berkembang.
Hidung akan semakin tersumbat dan lendir yang keluar dari hidung akan lebih produktif dan berubah warna.
3.   Post-nasal drip
Ingus yang semakin produktif mungkin berarti penderita mengalami post-nasal drip.
Hal ini terjadi ketika lendir menumpuk di belakang sinus dan menetes ke dalam tenggorokan dan dada.
4.   Batuk phlegmy
Batuk phlegmy adalah batuk yang terjadi karena penderita berusaha mengeluarkan lendir yang menyumbat.
Oleh dokter, ini disebut batuk produktif dan merupakan gejala klasik infeksi sinus.
5.   Tekanan Sinus dan nyeri
Gejala seperti flu dapat membuat hidung dan kepala terasa berat.
Infeksi sinus juga membuat wajah dan area sinus penderita terasa sesak dan menyakitkan, sehingga menyebabkan sakit kepala.
Beberapa orang lainnya menemukan daerah sinus mereka terasa bengkak dan sakit saat disentuh.
Sakit kepala karena sinus kerap menjadi lebih buruk ketika penderita membungkuk ke depan.

C.  Penyebab Penyakit Sinusitis
Penyebab sinus, antara lain :
1.   Kelainan Bawaan
Penyumbatan sinus dapat disebabkan oleh kelainan bentuk tulang di rongga hidung dan septum (pembatas di antara kedua rongga hidung) yang bengkok.
2.   Virus
Virus pilek akan memengaruhi saluran hidung, namun karena sinus berada di dekat hidung, ada kemungkinan virus akan berpindah dan masuk ke sinus.
Sinusitis yang disebabkan oleh virus biasanya bertahan lebih lama daripada pilek.
Virus yang menyebabkan flu juga dapat menyebabkan sinusitis.
3.   Infeksi Gigi
Bakteri dapat bersarang di banyak bagian mulut, termasuk gigi dan gusi.
Apabila tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebabkan peradangan, yang dapat menyebar ke sinus maksila.
4.   Rhinitis Alergi
Banyak orang yang keliru antara sinusitis dan rhinitis karena keduanya adalah penyakit yang ditandai dengan mukus yang sangat tebal.
Rhinitis adalah reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, debu, dan lain-lain, yang menyebabkan iritasi hidung.

Ketika hidung mengalami iritasi, hidung akan dipaksa untuk menghasilkan lebih banyak mukus.
Saat mukus terdorong ke tenggorokan, tenggorokan juga akan mengalami iritasi, dan penderita akan terbatuk.

D.  Obat Alami Penyakit Sinusitis
1.   Sereh
Caranya :
a.   Persiapkan terlebih dahulu 5 batang sereh, 3 buah jeruk nipis, 7 lembar daun sirih, 17 biji cengkeh, dan 2 ruas jahe.
b.   Semua bahan tersebut di cuci bersih dan untuk jeruk nipis hanya di kupas saja jeruk tersebut, dan belah menjadi 4 bagian.
c.   Lalu, rebus semua bahan dengan menggunakan 6 gelas air hingga mendidih. Konsumsilah minuman ini secara rutin.

2.   Jahe
Caranya :
a.   Siapkan 10 gram jahe, 5 siung bawang putih dan 60 gram lokio.
b.   Cuci bersih semua bahan tersebut, kemudian masukan ke dalam panci dan rebuslah bersama 600 ml air.
c.   Rebus hingga tersisa 300 ml. Lalu konsumsilah minuman tersebut selama 2 kali sehari.

3.   Lidah Buaya
Caranya :
a.   Kupas terlebih dahulu lidah buaya sampai bersih.
b.   Kemudian rebuslah hingga mendidih.
c.   Setelah mendidih, bisa mengkonsumsinya selagi masih hangat, dan untuk luka luar juga bisa meneteskannya langsung pada hidung.

4.   Daun Sambiloto
Caranya :
a.   Lumat beberapa helai daun sambiloto yang sudah di bersihkan.
b.   Setelah halus semuanya dan mengeluarkan cairan.
c.   Lalu ambilah cairan tersebut dan teteskanlah ke dalam lubang hidungnya.
Rasanya akan sedikit lebih pahit, namun akan sangat efektif untuk bisa mengatasi penyakit sinusitis.

5.   Cuka Apel
Caranya :
a.   Ambil 2 sdt cuka apel, 1 sdt madu dan air secukpnya.
b.   Campur ketiga bahan tersebut di dalam sebuah wadah sampai tercampur rata.
c.   Minum ramuan tersebut setidaknya 3 kali sehari sampai penyakit sinusitis sembuh dengan sempurna.

6.   Kulit Manggis
Caranya :
a.   Iris kulit manggis sampai menjadi potongan kecil dan tipis kemudian jemur sampai benar-benar kering.
b.   Seduh irisan kulit manggis tersebut dengan menggunakan air hangat.
c.   Konsumsi secara rutin sampai penyakit sinus sembuh dengan sempurna.

7.   Air Garam
Caranya:
a.   Bersihkan hidung penderitadengan menggunakan air garam agar saluran di dalam hidung tetap terbuka dan mengeluarkan bakteri yang ada di dalam hidung.
b.   Selain itu bisa juga berkumur dengan menggunakan air garam hangat untuk meredakan gejala dar penyakit sinusitis.

E.  Pencegahan Penyakit Sinusitis
Untuk mencegah sinusitis dapat dilakukan dengan cara berikut ini:
1.   Rajin Cuci Tangan
Mencuci tangan adalah langkah untuk menghindari sakit dan penyebaran kuman atau virus.
Menurut sebuah studi rajin mencuci tangan dapat mengurangi gangguan pernapasan, seperti pilek, hingga 16-21%.

2.   Perbanyak Minum Air
Banyak minum air putih cara yang efektif untuk menjaga selaput lendir yang lembap dan tipis, karena dapat mencegah saluran hidung kering.
Selaput lendir harus tetap terhidrasi untuk bekerja secara efisien sehingga dapat mengurangi risiko tertular infeksi virus.

3.   Dapatkan Vaksin Flu Tahunan
Dengan mencegah flu berarti mencegah sinusitis juga.
Vaksin influenza selalu didesain ulang untuk mencocokkan rantai virus yang selalu mengalami perubahan setiap tahunnya.
Vaksin flu direkomendasikan untuk :
a.   Semua anak usia 6-18 tahun
b.   Orang dewasa >65 tahun
c.   Orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza
d.   Petugas kesehatan

4.   Hindari Stres
Secara medis, ketika sedang stres, antibodi akan siap bereaksi.
Semakin lama stres bertahan, maka antibodi akan semakin melemah.
Dan biasanya, ketika stres beberapa orang akan menggosok dan meniup hidung mereka lebih keras dari biasanya.

Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada daerah hidung, sehingga menjadi pintu masuk untuk peradangan sinus.

5.   Konsumsi Makanan Bergizi
Konsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah-buahan dapat menjaga tubuh tetap dalam keadaan prima.
Menurut Harvard Medical School, kondisi tubuh yang prima dapat menjaga sistem kekebalan tubuh.
Oleh karena itu, perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsi untuk mencegah sinusitis.

6.   Hindari Alergen di Lingkungan
Biasanya, orang yang menderita sinusitis kronis harus menghindari daerah-daerah dan kegiatan yang dapat memperburuk kondisi mereka.
Hindari asap rokok, cerutu, dan pipa asap yang dapat mengganggu peradangan lanjut membran dalam hidung dan sinus.

7.   Menjaga Kesehatan Mulut
Infeksi sinus juga dapat berkembang dengan gigi berlubang atau trauma langsung ke ruang sinus.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut dengan rajin gosok gigi, berkumur, menggosok lidah, serta menggunakan benang gigi, dapat mencegah sinusitis.







No comments:

Post a Comment