Penyakit Asidosis : Gejala Asidosis, Penyebab Asidosis, Pencegahan Asidosis

asidosis

Asidosis terjadi ketika keseimbangan kimiawi dari asam dan basa tubuh mengalami ketidakseimbangan.
Asidosis merupakan suatu kondisi di mana cairan tubuh terlalu asam akibat penyimpanan dan produksi asam terlalu banyak atau tidak memiliki cairan dengan kadar basa yang cukup untuk menyeimbangkan asam.
Sebagian besar kasus asidosis tidak berbahaya namun dalam beberapa kasus dapat membahayakan nyawa seseorang.
Penderita asidosis berpotensi mengalami komplikasi jika tidak diobati secara dini, seperti:
1)   Batu ginjal.
2)   Gagal ginjal.
3)   Penyakit ginjal kronis.
4)   Keterlambatan dalam pertumbuhan.
5)   Penyakit tulang.

A.  Pengertian Asidosis
Asidosis adalah kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi.

B.  Gejala Asidosis
Gejala dan tingkat keparahan yang dialami penderita asidosis akan berbeda sesuai dengan kondisi yang dialami.
Gejala umum yang dapat dirasakan oleh penderita asidosis, diantaranya berupa:
a.   Napas pendek dan cepat
b.   Sakit kepala
c.   Mual dan muntah
d.   Sakit kuning
e.   Bau nafas tercium seperti aroma buah
f.     Mudah merasa lelah
g.   Penglihatan buram
h.   Merasa gelisah

C.  Penyebab Asidosis
Berdasarkan Penyebabnya, asidosis dibagi menjadi dua, yaitu asidosis metabolik dan respiratorik.
1.   Asidosis Metabolik
Merupakan jenis asidosis yang bermula dari gangguan pada ginjal.
Hal ini terjadi di saat ginjal tidak dapat mengeluarkan cairan asam yang cukup atau terlalu banyak mengeluarkan cairan basa.
Secara lebih spesifik asidosis metabolik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:
a.   Asidosis diabetik : terjadi ketika kondisi diabetes tidak terkendali dimana kurangnya hormon insulin menyebabkan konsentrasi senyawa keton meningkat dan cenderung menumpuk dan membuat tubuh menjadi lebih asam.
b.   Asidosis hyperchloremic : disebabkan oleh hilangnya natrium bikarbonat, suatu senyawa yang menjaga pH darah tetap normal.
Suatu gejala diare dan muntah-muntah dapat menyebabkan jenis asidosis ini.
c.   Asidosis laktat : terjadi ketika terlalu banyak asam laktat pada tubuh. Hal ini dipicu oleh konsumsi alkohol terlalu banyak, gagal jantung, kanker, kejang-kejang, kegagalan fungsi hati, kekurangan oksigen dalam waktu yang lama dan hipoglikemia.
Kondisi ini juga dapat terjadi ketika seseorang berolahraga terlalu lama.
d.   Asidosis renal tubular : terjadi ketika ginjal tidak dapat membuang asam melalui urin dan mengakibatkan darah menjadi terlalu asam.

2.   Asidosis Respiratorik
Atau dikenal juga dengan nama asidosis hipercapnic atau asidosis karbon dioksida.
Merupakan kondisi asidosis yang terjadi ketika terlalu banyak gas karbon dioksida (CO2).
Karena tubuh tidak dapat mengeluarkan gas tersebut melalui proses pernapasan.
Jenis asidosis ini dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:
a.   Gangguan saluran pernapasan kronis
b.   Luka atau cedera di area dada
c.   Obesitas yang memicu kesulitan bernapas
d.   Penyalahgunaan obat sedatif
e.   Konsumsi alkohol berlebih
f.     Otot pada area dada yang terlalu lemah
g.   Gangguan pada sistem saraf
h.   Cacat pada bagian dada

D.  Pencegahan Asidosis
Asidosis tidak dapat dicegah sepenuhnya.
Meski demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kondisi penderita asidosis tidak memburuk, diantaranya:
1.   Berhenti merokok agar kesehatan paru-paru terjaga
2.   Menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas
3.   Mengonsumsi air putih yang cukup
4.   Menggunakan obat-obatan sedatif
5.   Hindari konsumsi minuman beralkohol
6.   Menjaga kadar gula darah dengan baik



No comments:

Post a Comment