Pencegahan Antrakosis

antrakosis

Penyakit antrakosis biasanya dijumpai pada pekerja-pekerja tambang batubara atau pada pekerja-pekerja yang banyak melibatkan penggunaan batubara, seperti pengumpa batubara pada tanur besi, lokomotif (stoker) dan juga pada kapal laut bertenaga batubara, serta pekerja boiler pada pusat Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara.
Masa inkubasi penyakit ini antara 2 – 4 tahun sejak terpapar debu batubara
Penyakit antrakosis ada tiga macam:
1.   Penyakit antrakosis murni. Seperti namanya penyakit ini murni disebabkan batubara
2.   Penyakit silikoantrakosis. Penyakit antrakosis kadang disertai dengan penyakit silikosis,karena debu batubara terkadang terdapat debu silikat. 
3.   Penyakit tuberkolosilikoantrakosis. Penyakit ini dibedakan dari hasil foto thorax dan pemeriksaan sputum dahak dan darah, dimana terdapat bakteri tuberkulosis pada pemeriksaan sputum dahak.

A.  Pengertian Antrakosis
Penyakit Antrakosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara.

B.  Gejala Antrakosis
Gejala antrakosis antara lain : batuk- batuk serta pernafasan sesak, dahak berwarna kehitam- hitaman, dada penderita sakit, pada ujung jari membengkak.

C.  Pencegahan Antrakosis
1.   Ventilasi dalam tambang harus baik
2.   Pengambilan, penambangan batu bara dengan cara basah atau dengan jalan permukaan batu bara yang ditambang atau di semprot dengan menggunakan air terlebih dahulu.
3.   Pembuatan lubang ledak atau blast hole drilling dengan cara menggunakan jack hammer dengan menggunakan tenaga air dan bukan angin.
4.   Perlunya untuk menggunakan masker yang sempurna.
5.   Pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya bagian paru.



No comments:

Post a Comment